A corrosion-resistant RuMoNi catalyst for efficient and long-lasting seawater oxidation and anion exchange membrane electrolyzer
Nature Communications Nature Research 14:1 (2023) 3607-3607
Authors:
Xin Kang, Fengning Yang, Zhiyuan Zhang, Heming Liu, Shiyu Ge, Shuqi Hu, Shaohai Li, Yuting Luo, Qiangmin Yu, Zhibo Liu, Qiang Wang, Wencai Ren, Chenghua Sun, Hui-Ming Cheng, Bilu Liu
Abstract:
This paper discusses sustainable renewable energy policies. The method used in this paper is a descriptive method that collects data from various sources literature studies and previous research. The results of the literature review show that the development of renewable energy in the European Union has three clusters dividing the share of renewable energy and the degree of dependency on energy imports based on the country. In Pakistan, the government has been designing a renewable energy policy since 2006 to supply sustainable energy to all consumers. In Nigeria, the electricity crisis and the need to reduce greenhouse gases spurred the development of renewable energy. Denmark has moved to wind power sources by increasing the share of renewable energy in the domestic electricity supply. The government encourages local ownership in the renewable energy sector, and many neighborhoods are connected to district heating systems that use renewable energy such as biomass. Increased investment in renewable energy technology will aid in addressing global energy concerns and hastening the transition to a low-carbon economy.Tulisan ini membahas tentang kebijakan energi terbarukan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif yang mengumpulkan data dari berbagai sumber dan studi literatur serta penelitian terdahulu. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa perkembangan energi terbarukan di Uni Eropa memiliki tiga kluster yang membagi negara-negara berdasarkan pangsa energi terbarukan dan tingkat ketergantungan impor energi. Di Pakistan, pemerintah telah merancang kebijakan energi terbarukan sejak tahun 2006 untuk memasok energi berkelanjutan kepada semua konsumen. Di Nigeria, krisis listrik dan kebutuhan untuk mengurangi gas rumah kaca memacu pengembangan energi terbarukan. Meskipun Nigeria memiliki potensi energi terbarukan yang besar, perkembangannya masih lambat. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan melalui perjanjian kemitraan swasta, investasi dalam penelitian dan pengembangan, dan kebijakan berorientasi pasar. Denmark telah melakukan peralihan ke sumber energi terbarukan dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam pasokan listrik domestik. Tenaga angin menjadi salah satu komponen utama energi terbarukan di Denmark. Pemerintah mendukung kepemilikan lokal dalam sektor energi terbarukan, dan sejumlah besar rumah tangga terhubung ke pemanas distrik yang menggunakan energi terbarukan seperti biomassa. Investasi yang lebih besar dalam teknologi energi terbarukan akan membantu mengatasi tantangan energi global dan mempercepat transisi ke ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan